Namun begitu, Prof. Edy Suandi Hamid juga menekankan agar staf keamanan kampus selalu waspada dengan aktivitas merapi yang hingga Sabtu pagi masih belum dapat diprediksi. Merapi sendiri hingga saat ini masih berstatus awas.
“Intinya adalah savety. Keselamatan diri sendiri harus tetap diutamakan. Jadi memantau perkembangan situasi merapi juga jangan sempat terputus”, lanjutnya. Staf kemanan kampus dijadwalkan akan tetap siaga di kampus terpadu dan juga akan melakukan kontrol keliling setiap 30 menit sekali.
Dalam pantauan Humas UII, kampus terpadu UII telah kosong sejak Jum’at sore kemarin. Pengungsi yang sebelumnya berjubel di GOR dan Auditorium UII, telah rampung direlokasi kelapangan Maguwoharjo. Selain itu, aktivitas akademik juga sudah tidak tampak, menyusul dikelurkannya Surat Edaran Rektor UII yang meliburkan aktivitas akademik selama sepekan ke depan.
Sementara itu, aktivitas administrasi UII akan tetap berjalan di Kampus UII di Jalan Cik Ditiro pada jam-jam kerja. Pimpinan UII, beberapa Direktur dan beberapa staf lainnya juga terlihat ngantor hari ini meskipun bukan jam kerja. “Kita akan tetap standby di kampus ini untuk melakukan koordinasi dan juga pemantauan terhadap aktivitas sosial bagi korban Gunung Merapi”, lanjut Rektor.
Bantuan Terus Didistribusikan
Seiring dengan direlokasinya seluruh pengungsi dari kampus terpadu UII, bantuan untuk para korban Gunung Merapi saat ini difokuskan di Kampus UII di Jalan Cik Ditiro. Berbagai jenis bantuan dari berbagai sumber tampak dikumpulkan di tempat pengurus yayasan UII ini berkantor.
Koordinator Lapangan relawan UII, Wily Pangaribuan mengungkapkan distribusi bantuan terus dilakukan setiap harinya ke berbagai tempat, khususnya barak-barak pengungsi yang berada di jarak terdekat Gunung Merapi. “Hari ini, rencananya distribusi bantuan akan kita drop ke barak di daerah Klaten”, katanya.
Lebih lanjut, dia menginformasikan sejauh ini sejumlah mahasiswa UII yang menjadi relawan juga tetap stand by di Kampus Fakultas Ekonomi yang ada di Condong Catur. Kampus ini adalah salah satu lokasi yang disediakan UII untuk menampung para korban Gunung Merapi. Hingga berita ini diturunkan, sekitar 40 pengungsi menempati kampus ini.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar